Nagari To-lang Po-hwang Nagari Toho Asal Mulano Lappung

Minggu, 04 Maret 2012

Pasar Rawa Jitu dipenuhi Gunungan Sampah


tugu pasar yang dihiasi dengan tumpukan sampah

Gunungan sampah di depan halaman pasar Minggun Gedung Karya Jitu dinilai sangat tidak layak, lantaran tumpukan sampah menggunung di sepanjang halaman depan pasar. Terlebih berada dibibir jalan sehingga keberadaanya sangat menggangu pemandangan dan keindahan pasar.

Warga dan pedagang banyak yang mengeluh karena sampah dari dalam pasar hanya dikumpulkan dan ditumpuk di depan halaman pasar. Kondisi tersebut sangat meresahkan warga sekitar dan para pedagang karena kesan kumuh dan bau busuk yang sangat menyengat dapat merusak citra pasar tempat mereka mencari nafkah.

Jumat, 02 Maret 2012

JALAN LINTAS RAWA JITU RUSAK PARAH, SIAPA YANG PERDULI...??



kondisi jalan terbaik karena didepan pasar Rawa Jitu,,inikah selayaknya jalan PROVINSI..???


Kondisi jalan lintas Rawajitu yaitu dari Simpang Penawar hingga Rawajitu sangat memprihatinkan. Jalan sepanjang ±86 KM dengan lebar 3,5 meter itu, terakhir diaspal sekitar 14 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 1998. Padahal, intensitas kendaraan sangat ramai. Karena jalan itu merupakan akses jalan utama dan satu-satunya bagi masyarakat, petani dan PT untuk menuju Rawajitu dan sekitarnya.

Kamis, 01 Maret 2012

Tempat bersejarah di Bumi Manggala




tempat bersejarah di menggala
ilustrasi

BERBAGAI jejak yang masih bertakhta meneguhkan bahwa Menggala memang kota tua di Lampung. Banyak tempat dan tilas-tilas di bantaran Way Tulangbawang itu masih menyimpan cerita yang menyejarah.
Aspek menonjol pada peninggalan sejarah salah satunya adalah arsitektur. Mencermati rumah-rumah panggung di Menggala selintas mirip denagan rumah-rumah bangsawan Jawa tempo dulu. Terbuat dari kayu tembesu yang panjang mencapai 20 meter menambah eksotis rumah panggung keluarga Warganegara.

Tari Halibambang

Tari Halibambang terdapat di Kecamatan Balik Bukit Daerah Tingkat ll, Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Tari tradisional Halibambang merupakan warisan dari nenek moyang suku Lampung Sekala Brak.
Menurut narasumber Drs. Surimas Sanusi dan Choironi Alias, Tari Halibambang dapat diartikan sebagai berikut :
–Hali  : Seperti, Bagaikan dan
–Bambang  : Kupu-kupu
Jadi Tari Halibambang dapat simpulkan sebagai tarian yang menggambarkan kupu-kupu yang sedang beterbangan dengan mengibas-ibas sayapnya di alam yang bebas dan berayun-ayun di bunga
Fungsi Tari

Silsilah Paksi Pak Skala Brak

Silsilah Paksi Bejalan Di Way :
1. Ratoe Bejalan Di Way
2. Ratoe Tunggal
3. Kun Tunggal Simbang Negara
4. Ratoe Mengkuda Pahawang
5. Puyang Rakian
6. Puyang Raja Paksi
7. Dalom Sangun Raja
8. Raja Junjungan
9. Ratoe Mejengau
10. Pangeran Siralaga
11. Dalom Suluh Iroeng
12. Pangeran Nata Marga
13. Pangeran Raja Di Lampoeng
14. Pangeran Jaya Kesuma I
15. Pangeran Pakoe Alam
16. Pangeran Puspa Negara
17. Pangeran Jaya Kesuma II
18. Ratoe Kemala Jagat
19. Suntan Jaya Kesuma III
20. Suntan Jaya Kesuma IV

MANUSIA TERTINGGI INDONESIA TUTUP USIA

MENGGALA – Provinsi Lampung dan Indonesia kehilangan salah satu aset terbaiknya. Suparwono, manusia tertinggi di Indonesia yang berasal dari Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung ini menghembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung, sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (22/2), disemayamkan di kediamannya di SP 8 Menggala C, Kampung Tritunggal Jaya, Kecamatan Gunungagung, Tulang Bawang Barat yang kemudian dikebumikan Kamis (23/2). Hingga akhir hayatnya, pemilik tinggi badan 2,75 meter yang juga merupakan Duta Wisata Lampung itu masih tetap melajang.  

Minggu, 05 Februari 2012

Didirikan Lagi Empat Institut Seni dan Budaya


Ilustrasi

tmii, km 100 hipmala yogyakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk mengubah Institut Seni Indonesia menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia serta Sekolah Tinggi Seni terus bergulir. Pemerintah juga akan mendirikan empat Institut Seni dan Budaya Indonesia baru di Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Keempat Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) baru ini diharapkan bisa lebih mengembangkan seni budaya khas daerah setempat. Saat ini ada lima institut seni, yaitu ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Bali, ISI Padang Panjang, dan Institut Kesenian Jakarta, serta satu Sekolah Tinggi Seni, yaitu di Bandung.
”Semua ISI (Institut Seni Indonesia) akan diperluas tugasnya. Kalau tadinya hanya berfokus pada kesenian, nantinya akan diperluas dengan kebudayaan yang terkait dengan kesenian tersebut,” kata Joko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (3/2).