Nagari To-lang Po-hwang Nagari Toho Asal Mulano Lappung
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

KAMPUNG SUKA BHAKTI

Balai Kampung Suka Bhakti

Kampung Suka Bhakti merupakan Kampung yang terletak di Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten  Tulang Bawang, Prvinsi Lampung. Kampung ini berada ditepian jalan lintas Rawa Jitu. Batas wilayahnya terdiri dari sebelah timur berbatasan dengan Kampung  Wono Agung, selatan berbatasan dengan Kampung Batu Ampar, sebelah  barat  berbatasan dengan Kampung Mesir Dwi Jaya, sedangkan sebelah utara berbatasan dengan Kampung Sidang Gunung Tiga, Kabupaten Mesuji.

Minggu, 04 Maret 2012

Pasar Rawa Jitu dipenuhi Gunungan Sampah


tugu pasar yang dihiasi dengan tumpukan sampah

Gunungan sampah di depan halaman pasar Minggun Gedung Karya Jitu dinilai sangat tidak layak, lantaran tumpukan sampah menggunung di sepanjang halaman depan pasar. Terlebih berada dibibir jalan sehingga keberadaanya sangat menggangu pemandangan dan keindahan pasar.

Warga dan pedagang banyak yang mengeluh karena sampah dari dalam pasar hanya dikumpulkan dan ditumpuk di depan halaman pasar. Kondisi tersebut sangat meresahkan warga sekitar dan para pedagang karena kesan kumuh dan bau busuk yang sangat menyengat dapat merusak citra pasar tempat mereka mencari nafkah.

Jumat, 02 Maret 2012

JALAN LINTAS RAWA JITU RUSAK PARAH, SIAPA YANG PERDULI...??



kondisi jalan terbaik karena didepan pasar Rawa Jitu,,inikah selayaknya jalan PROVINSI..???


Kondisi jalan lintas Rawajitu yaitu dari Simpang Penawar hingga Rawajitu sangat memprihatinkan. Jalan sepanjang ±86 KM dengan lebar 3,5 meter itu, terakhir diaspal sekitar 14 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 1998. Padahal, intensitas kendaraan sangat ramai. Karena jalan itu merupakan akses jalan utama dan satu-satunya bagi masyarakat, petani dan PT untuk menuju Rawajitu dan sekitarnya.

Kamis, 01 Maret 2012

MANUSIA TERTINGGI INDONESIA TUTUP USIA

MENGGALA – Provinsi Lampung dan Indonesia kehilangan salah satu aset terbaiknya. Suparwono, manusia tertinggi di Indonesia yang berasal dari Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung ini menghembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung, sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (22/2), disemayamkan di kediamannya di SP 8 Menggala C, Kampung Tritunggal Jaya, Kecamatan Gunungagung, Tulang Bawang Barat yang kemudian dikebumikan Kamis (23/2). Hingga akhir hayatnya, pemilik tinggi badan 2,75 meter yang juga merupakan Duta Wisata Lampung itu masih tetap melajang.  

Sabtu, 31 Desember 2011

Kemenkumham Harus Turun

BANDARLAMPUNG – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta mengutamakan hajat hidup 7.512 petambak di Dipasena. Caranya dengan menugaskan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) beserta kementerian terkait untuk melegalkan status pemutusan hubungan kemitraan inti-plasma serta memastikan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) mengembalikan sertifikat tanah milik petambak.
’’Juga membayarkan sisa hasil usaha (SHU) petambak sekitar Rp36 miliar dan membantu PT PLN (Persero) menyalurkan listrik ke lokasi pertambakan Bumi Dipasena,” tegas Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim dalam siaran persnya kepada Radar Lampung kemarin.
Menurut dia, belajar dari konflik tanah dan pengelolaan sumber daya alam seperti yang terjadi di Papua, Mesuji, dan Bima, mestinya presiden tidak ragu bertindak. Dikatakan, tidak masuk akal jika presiden membiarkan konflik Dipasena berlarut-larut.
’’Pasalnya, akibat material dan nonmaterial telah dirasakan oleh ribuan keluarga petambak, baik kaum perempuan maupun anak-anak. Hal ini jelas melanggar HAM, sebagaimana hasil investigasi Komnas HAM pada tanggal 2 Juli 2011 (lihat grafis),” ungkap Halim.

Jumat, 30 Desember 2011

WAKIL BUPATI TULANG BAWANG SANDANG GELAR DOKTOR

Penganugrahan Gelar Doktor Kepada Wakil Bupati Tulang Bawang, Agus Mardi Hartono


Jum’at, 30 desember 2011, waktu 16,00 wib.
Orang nomor dua di kabupaten Tulang Bawang jum’at kemarin melakukan ujian terbuka guna memperoleh penganugrahan gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Agus mardihartono atau yang akrab dengan panggilan cak agus ini melakukan ujian terbukanya di gedung lengkung pascasarjana ugm lantai lima dengan di dampingi oleh istri, anak dan sanak keluarganya serta di hadiri oleh para mahasiswa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat Yogyakarta (Hipmatubayo), Hipmala, Ikpm Se-Komisariat Lampung, Masyarakat Lampung Yogyakarta, dan Mahasiswa Dari Ikpm Se - Indonesia.

Jumat, 02 Desember 2011

Ditargetkan Pada Akhir Tahun 2011 Enam Kecamatan yaitu Gedung aji baru, Rawa jitu Selatan, Gedung aji, Penawaraji, Meraksaaji, dan Rawajitu Timur Bisa Menikmati PLN

2013, Listrik Rambah Penjuru Tuba


MENGGALA – Memasuki awal 2012, sejumlah kecamatan di Kabupaten Tulangbawang masih belum tersentuh aliran listrik. Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Tuba berharap masalah ini akan tuntas pada 2013.
Hal ini diungkapkan Kadistamben Tuba Andi Ruslan kemarin. Kepada Radar Lampung, Andi menyatakan pada proyeksi 2011 ini ada enam kecamatan yang direncanakan segera menikmati fasilitas penerangan. Keenam kecamatan itu mencakup Gedung aji baru, Rawa jitu Selatan, Gedung aji, Penawaraji, Meraksaaji, dan Rawajitu Timur.
Menurut Andi, dalam mengatasi masalah ini pihaknya hanya bersifat sebagai perantara dengan mengoordinasikan masalah itu kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pada 2012, kata Andi, masih tersisa tiga kecamatan lagi yang belum teraliri listrik. Yakni Dente teladas, Gedungmeneng, dan Rawapitu. Ketiga kecamatan ini secara geografis memang cukup sulit untuk terjangkau listrik. ’’Jumlah pelanggan mungkin juga memengaruhi,” ujarnya.
Andi membenarkan dulu sempat ada program genset atau program pemanfaatan tenaga surya untuk menghasilkan energi listrik. Namun, menurutnya, tetap saja masyarakat mendambakan aliran listrik dari PLN. Disinggung tentang masalah suplai listrik di Tuba, Andi menilai sudah tercukupi. ’’Dilihat dari Gardu Induk (GI) Menggala yang sekarang ada, kini besarannya mencapai 60 MVA,” kata dia.
Namun, dari GI Menggala itu, listrik juga dipasok untuk dua kabupaten lain. Yakni Mesuji dan Tuba Barat. ’’Menurut kabar yang kami terima, jaringan listrik untuk dua kabupaten itu tengah dipecah. Akibatnya, mungkin ada tegangan listrik yang tidak stabil dialami oleh warga masyarakat,” ungkapnya seraya berharap pemecahan itu dapat selesai tahun ini.
Untuk tahun depan, Distamben merencanakan penelitian terkait sumber-sumber energi baru yang berpotensi menghasilkan listrik. ’’Tahun depan, kita akan menggandeng pihak ketiga untuk melakukan penelitian. Apa yang menguntungkan dan apa yang bisa  dikembangkan? Apakah etanol atau pohon jarak, misalnya,” tuturnya. (wdi/c2/fik)

Sumber : Radarlampung.co.id. Rabu, 30 November 2011 | 09:10 WIB

Kamis, 01 Desember 2011




pedagang pasar Unit II, foto endra wartawan tribunlampung
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Keinginan Pemkab Tulangbawang untuk menyulap pasar unit II Kecamatan Banjar Agung menjadi pasar modern sepertinya akan segera terwujud. Ini menyusul akan dilayangkan surat pemberitahuan terkait rencana eksekusi pasar unit II, kepada para pedagang di pasar terbesar di Tuba Jumat (2/11) besok.

Kepala Dinas Pasar Desia Kesumayuda mengutarakan, surat pemberitahuan itu sekaligus sebagai bentuk sosialisasi terkait rencana pembongkaran pasar kepada pedagang. "Ini (surat pemberitahuan) merupakan prosedur yang harus dilakukan sebelum dilakukan pembongkaran pasar. Kita tetap mengedepankan sikap persuasif terhadap para pedagang," ujar Desia, yang ditemui wartawan dikantornya, Kamis (1/11) siang.

Menurutnya, surat pemberitahuan tersebut nantinya tidak hanya dilayangkan satu kali, namun akan dilayangkan kepada para pedagang sampai tiga kali berturut-turut. Surat pertama yang akan dikirim tersebut bernomor No.511.2/145/II.10/TB/2011, dan ditandatangani oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tuba Darwis Fauzi.

Surat tersebut berisi pemberitahuan terkait kutipan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan atas gugatan pedagang terhadap rencana pembongkaran pasar unit II yang dimenangkan oleh Pemkab Tuba. "Ini (surat pemberitahuan) dilakukan karena mungkin banyak pedagang yang masih belum tahu hasil keputusan PT TUN Medan," imbuhnya.

Surat pertama yang akan dilayangkan itu, tutur mantan Camat Menggala Kota ini, juga berisi pemberitahuan rencana tempat relokasi pasar (tempat penampungan sementara)bagi pedagang, yang dipusatkan di lapangan pemuda unit II. "Berdasarkan catatan kami, jumlah pedagang yang ada dipasar unit II saat ini ditaksir mencapai sekitar 1.100 pedagang " katanya.                                  .

Saat menyebar surat pemberitahuan itu, kata Desia, nantinya Dinas Pasar akan dibantu sejumlah personil Sat Pol PP Tuba dan aparatur Kecamatan Banjar Agung. Ini mengingat minimnya sumberdaya yang dimiliki Dinas Pasar.

"Kami tentunya sangat berharap agar pedagang bersikap persuasif untuk mematuhi keputusan PT TUN Medan itu," ujarnya.(endra)

Editor : soni
Sumber : lampung.tribunnews.com

Rabu, 30 November 2011

Listrik PLN Sangat Bantu Petambak
 
Tribun Lampung - Rabu, 30 November 2011 19:52 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Konflik kemitraan antara petambak plasma dengan PT Central Proteinaprima yang berbuntut pemutusan aliran listrik sepihak oleh  perusahaan telah membuat ribuan keluarga petambak hidup dengan penerangan seadanya.

Carut marutnya kondisi sistem kemitraan yang ada ,kemudian ditengahi oleh pemerintah dengan meluncurkan beberapa program dan gagasan untuk menjadi solusi penyelesaian jangka pendek maupun  jangka panjang . Realisasi solusi permasalahan tersebut melibatkan  berbagai intansi untuk turut berperan dalam menyelesaikan polemik yang terjadi di areal penghasil udang terbesar di negeri ini.

Minapolitan udang akhirnya menjadi wacana pamungkas sebagai penuntas masalah yang menimpa para petambak di Bumi Dipasena, wacana program yang merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) Kementrian Kelautan Perikanan 2010-2014 era Fadel Muhammad ini disampaikan langsung oleh sang menteri  di hadapan ribuan petambak plasma dipasena saat kunjungan kerjanya beberapa bulan silam.

Minapolitan sebagai langkah pendukung kebijakan nasional  yang merupakan program kerja lintas kementrian ini tak hanya sekedar menyikapi masalah kemitraan dan produksi hasil usaha budidaya sementara, tapi juga meliputi semua aspek pendukung yang menunjang keberhasilan program tersebut.

Menyikapi persoalan listrik sebagai masalah yang diangap paling mendesak, pemerintah  lebih memilih menggunakan PLN dari pada mencoba menegosiasi pembangkit listrik di lokasi pertambakan milik PT CP Prima yang dianggap tidak pernah kooperatif dalam menyelesaikan masalah yang ada.                      

Memilih untuk membangun jaringan listrik dengan jarak berkilo-kilo meter bukanlah hal mudah, terlebih melihat kondisi jalan di sepanjang  lintas Rawajitu yang rusak parah bertahun-tahun dan kondisi sosial masyarakat di Tulangbawang .Pilihan yang juga berdampak positif bagi wilayah-wilayah sepanjang jalah lintas rawajitu yang memang belum tersentuh oleh listrik negara tersebut di targetkan akan rampung pada bulan November ini.

Namun hingga  saat ini sepertinya target kerja tersebut masih mengalami kendala , instalasi dan jaringan  yang sudah sampai di depan pintu gerbang wilayah kecamatan rawajitu timur belum juga bisa masuk ke dalam lokasi pertambakan , rendahnya tegangan arus yang memang sangat jauh dari gardu induk (hanya sekitar 140 volt) dan mekanisme pembayaran menjadi alasan tekhnis terhentinya pendistribusian arus  untuk para petambak.

"Kalau memang besarnya tegangan dan mekanisme pembayaran yang menjadi masalah, kami berharap PLN tetap melanjutkan pemasangan instalasi hingga ke perkampungan petambak sambil menunggu solusi untuk menaikkan tegangan " ujar erwosadi, petambak Bumi Dipasena Makmur, melalui pers rilisnya yang diterima Tribunlampung.co.id, Rabu (30/11) petang.

Menurut Erwo, listrik dari PLN akan sangat membantu ekonomi masyarakat karna selama ini
penerangan yang digunakan oleh para petambak secara swadaya memakan biaya besar untuk pembelian bahan bakar."Belum lagi jika ada keterlambatan pengiriman BBM, para petambak harus membeli BBM dari para pengecer yang mematok harga tinggi," katanya. (endra)

Editor : soni
Sumber : lampung.tribunnews.com 

Selasa, 29 November 2011

Harus Cetak Sawah Baru 4.000 Ha per Tahun

 Tribun Lampung - Senin, 28 November 2011 08:23 WIB
Terkait penyusutan dan alih fungsi lahan sawah yang mencapai 2.000 ha per tahun (merujuk data Badan Pusat Statistik), menurut Wan Abbas, Pemerintah Provinsi Lampung harus mencetak lagi sawah baru minimal dua kali lipatnya yang susut, atau 4.000 ha setiap tahun.

Pencetakan sawah baru dengan ukuran minimal dua kali lipat dari luas lahan yang hilang atau beralih fungsi, mutlak diperlukan untuk memperhitungkan kegagalan sawah baru yang belum tentu produktif sebagaimana lahan sebelumnya.

"Pencetakan sawah baru belum tentu memberi produktifitas maksimal yang sesuai dengan produktifitas lahan yang telah hilang atau beralih fungsi. Karena itu, pencetakan sawah baru harus selalu lebih banyak dari lahan yang beralih fungsi," kata Wan Abbas.

Ia menjelaskan, belum mampunya sawah baru menghasilkan padi seproduktifi lahan sawah lama, disebabkan lahan tersebut masih dalam tahap percobaan dan pengembangan.

"Idealnya, sawah yang baru dicetak baru bisa produktif setelah pengembangan selama tiga tahun. Pada tahun-tahun awal panen, hasilnya mungkin baru sekitar 2 ton per hektare. Setelah tiga tahun pengembangan biasanya baru bisa jadi 5 ton per hektare," imbuhnya.

Menurut Wan Abbas, pemprov mestinya bisa mengaktifkan kembali lahan-lahan sawah tidak produktif dan tidak lagi ditanami padi yang banyak terdapat di berbagai daerah di Lampung.

"Saya yakin target pencetakan sawah baru bisa dimaksimalkan. Dengan syarat sawah- sawah yang tidak produktif diaktifkan lagi. Infrastruktur pertanian seperti irigasi juga ditambah untuk menanggulangi kekurangan air di musim tanam," ungkapnya.

Mantan pembantu dekan III FP Unila ini mencontohkan, pada 1983/1984, Pemprov Lampung bersama Unila pernah melakukan pengembangan lahan rawa di daerah Rawa Sragi, Lampung Selatan, seluas 22.000 ha. Setelah melalui pendampingan dan berbagai uji coba, dalam kurun tiga tahun, lahan tersebut berhasil memroduksi padi hingga 5 ton per ha. (tim)

Editor : taryono
Sumber : lampung.tribunnews.com

Kamis, 24 November 2011

Daftar 40 Orang Terkaya Indonesia

| Erlangga Djumena | Kamis, 24 November 2011 | 14:17 WIB

 
SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun kondisi perekonomian global sedang gonjang-ganjing, perekonomian Indonesia masih tetap melaju. Hal itu tecermin dari meningkatnya produk domestik bruto Indonesia  hingga 70 persen dan pasar modal Indonesia juga naik 3 persen.

Hal tersebut, menurut Forbes, membantu meningkatkan total kekayaan 40 orang kaya Indonesia tahun ini hingga 19 persen menjadi 85,1 miliar dollar AS.

Gabungan total kekayaan tiga orang terkaya Indonesia, yakni Hartono bersaudara, Susilo Wonowidjojo, dan Eka Tjipta Widjaja, yang mencapai 32,5 miliar dollar AS, merepresentasikan 38 persen dari total gabungan kekayaan para miliuner Indonesia tersebut.

Berikut daftar 40 orang terkaya di Indonesia yang dirilis Forbes Rabu (23/11/2011) waktu setempat:

1. R Budi dan Michael Hartono (14 miliar dollar AS)
2. Susilo Wonowidjojo (10 miliar dollar AS)
3. Eka Tjipta Widjaja (8 miliar dollar AS)
4. Low Tuck Kwong (3,7 miliar dollar AS)
5. Anthoni Salim (3,6 miliar dollar AS)
6. Sukanto Tanoto (2,8 miliar dollar AS)
7. Martua Sitorus (2,7 miliar dollar AS)
8. Peter Sondakh (2,6 miliar dollar AS)
9. Putera Sampoerna (2,4 miliar dollar AS)
10. Achmad Hamami (2,2 miliar dollar AS)
11. Chairul Tanjung (2,1 miliar dollar AS)
12. Boenjamin Setiawan (2 miliar dollar AS)
13. Sri Prakash Lohia (1,7 miliar dollar AS)
14. Murdaya Poo (1,5 miliar dollar AS)
15. Tahir (1,4 miliar dollar AS)
16. Edwin Soeryadjaya (1,35 miliar dollar AS)
17. Kiki Barki (1,3 miliar dollar AS)
18. Garibaldi Thohir (1,3 miliar dollar AS)
19. Sjamsul Nursalim (1,22 miliar dollar AS)
20. Ciliandra Fangiono (1,210 miliar dollar AS)
21. Eddy Wiliam Katuari (1,2 miliar dollar AS)
22. Hary Tanoesoedibjo (1,19 miliar dollar AS)
23. Kartini Muljadi (1,15 miliar dollar AS)
24. TP Rachmat (1,140 miliar dollar AS)
25. Djoko Susanto (1,040 miliar dollar AS)
26. Harjo Sutanto (1 miliar dollar AS)
27. Ciputra (950 juta dollar AS)
28. Samin Tan (940 juta dollar AS)
29. Benny Subianto (900 juta dollar AS)
30. Aburizal Bakrie (890 juta dollar AS)
31. Engki Wibowo dan Jenny Quantero (810 juta dollar AS)
32. Hashim Djojohadikusumo (790 juta dollar AS)
33. Soegiarto Adikoesoemo (770 juta dollar AS)
34. Kuncoro Wibowo (730 juta dollar AS)
35. Muhammad Aksa Mahmud (710 dollar dolar AS)
36. Husain Sjojonegoro (700 juta dollar AS)
37. Sandiaga Uno (660 juta dollar AS)
38. Mochtar Riady (650 juta dollar AS)
39. Triatma Haliman (640 juta dollar AS)
40. Handojo Santosa (630 juta dolar AS)
 Sumber : Kompas.com

Jadi Buruan, Badak di Lampung Terancam Punah

| Benny N Joewono | Kamis, 24 November 2011 | 13:41 WIB
 
WWF/TNUK Ilustrasi

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Populasi satwa dilindungi Badak di Lampung terancam punah, karena perburuan liar namun tidak diimbangi dengan sanksi hukuman yang berat.
"Populasi Badak kita tersisa di Waykambas 30 ekor, Bukit Barisan 80 ekor, keberadaan satwa ini tidak menguntungkan bagi perkembangbiakannya karena perubahan iklim global yang tidak mendukungnya," kata Ketua Yayasan Badak Indonesia, Widodo Ramono, usai Rapat Koordinasi konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, di Bandarlampung, Kamis (24/11/2011).
Dia mengatakan, dalam rapat koordinasi itu, Yayasan Badak Indonesian, prinsipnya membantu pemerintah untuk melindungi hutan dan melestarikan satwa yang dilindungi.

Rabu, 23 November 2011

Rawapitu Geger "Warganya Tewas Digigit Buaya"


buaya
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Warga Kampung Andalas Cermin Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang Minggu (20/11) malam digegerkan dengan tewasnya Halid bin Marsum (90), warga Rk 3 Rt 7 karena digigit buaya.Menurut keterangan Selamet (30), warga Andalas Cermin, peristiwa itu bermula saat korban bersama Sumarno dan Kader tengah memancing di Sungai Andalas Cermin.

Ketika sedang asik memancing ikan di tepi sungai, tiba-tiba korban disambar buaya dari sebelah kanan.    

Menurut Selamet, jarak antara korban dengan kedua rekannya ketika itu memang agak berjauhan.  "Waktu itu korban sempat menjerit minta tolong," ujar Selamet, kepada Tribunlampung.co.id, Senin (21/11) siang.

Mendengar teriakan korban, kedua rekannya lantas menghampiri tempat korban memancing. Saat sampai dilokasi tempat korban duduk memancing ikan, kedua rekannya mendapati korban sudah terkapar di dalam air dengang sejumlah luka pada paha bagian kanan dan pinggang.

"Korban lalu dilarikan ke
Sumber : 
puskesmas," katanya.Karena luka yang cukup serius, nyawa korban akhirnya tidak bisa diselamatkan. Korban meninggal Minggu malam, selang dua jam setelah dirawat di Puskesmas Rawapitu.

Jenazah Halid bin Marsum baru dimakamkan di tempat pemakaman umum, Senin (21/11) siang. (endra)

Sumber: http://lampung.tribunnews.com/2011/11/21/astaga-halid-tewas-dimakan-buaya

Kamis, 17 November 2011

Jembatan Selat Sunda akan Cetak Rekor Terpanjang di Dunia


SENIN, 03 OKTOBER 2011 20:22 WIB

gambar Jembatan Selat Sunda (JJS)
LENSAINDONESIA.COM: Rencana pembangunan mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) memunculkan harapan sekaligus kekhawatiran.
Anggota Komisi IV DPR Makmur Hasanuddin meminta pada proses pembangunan JSS agar Presiden untuk turun langsung pada pengawasan detail mega proyek tersebut. Pasalnya, lanjut Makmur, pembangunan JSS ini kemungkinan besar akan mengkonversi lahan pertanian di Banten, serta berpotensi pada pembabatan hutan dan perusakan lingkungan di Sumatera.
“Presiden dan Menko Perekonomian mesti menjamin, dan melakukan MoU terbuka kepada masyarakat untuk tidak merusak hutan, mempertahankan lahan pertanian dan memperhatikan industri maritim sebelum JSS ini mulai di bangun..,

Mega Proyek Jembatan Selat Sunda Mendapat Kucuran Dana Rp150 Triliun


Rabu, 16 November 2011 | 08:54 WIB

BANDARLAMPUNG – PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM), anak perusahaan Artha Graha, kembali menginvestasikan dananya untuk kawasan strategis infrastruktur Selat Sunda. Kali ini, BSM bersama PT Lampung Jasa Utama (LJU) dan PT Banten Global Dev. menanamkan modal sebesar Rp150 triliun.
Sebelumnya, BSM melakukan pra feasibility study atau studi kelayakan awal terhadap pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).

UMK Tuba Bakal Naik



MENGGALA – Upah minimum kabupaten (UMK) Tulangbawang diperkirakan naik. Hal ini mengacu dengan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dissosnakertrans) Tuba.
Menurut Kadissosnakertrans Tuba Tohir Alam, kini UMK Tuba Rp865.500. Namun, dari hasil survei, KHL masyarakat setempat sudah mencapai lebih dari Rp1 juta.

Benur Terlambat karena Tunggu Lisensi Virus

Tribun Lampung - Kamis, 17 November 2011 10:46 
 WIB

RAWAJITU -Koordinator distribusi bantuan dari Balai Besar Pengembangan Budi Daya Lampung Hidayat mengaku, terlambatnya distribusi bantuan benur bagi petambak Dipasena lantaran masih menunggu lisensi virus.                                                

"Karena harus menunggu lisensi bebas virus, itulah sebabnya pendistribusian bantuan agak terlambat, " ujar Hidayat, mengklarifikasi atas kegagalan jadwal pengiriman bantuan benur, Kamis (17/11/2011).

Petambak Udang Windu Dipasena Terima Benur

benur udang windu yang di budidayakan di tambak udang dipasena
Tribun Lampung - Kamis, 17 November 2011 10:42 WIB
RAWAJITU- Para petambak udang windu Dipasena Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, akhirnya dapat bernafas lega.                                            

Ini setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mendistribusikan bantuan benur (bibit udang) kepada petambak di wilayah Dipasena sejak Rabu (16/11) kemarin.                                        
Distribusi benur itu dilakukan setelah sempat terlambat beberapa kali.  Rencananya, bantuan benur itu akan didistribusikan dalam beberapa tahapan.

Rabu, 16 November 2011

Naskah Kuno Letusan Krakatau 1883

Jauh sebelum peneliti asing menulis tentang meletusnya Gunung Krakatau (Krakatoa, Carcata) tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, seorang pribumi telah menuliskan kesaksiaan yang amat langka dan menarik, tiga bulan pasca meletusnya Krakatau, melalui Syair Lampung Karam.

Peneliti dan ahli filologi dari Leiden University, Belanda, Suryadi mengatakan hal itu kepada Kompas di Padang, Sumatera Barat, dan melalui surat elektroniknya dari Belanda, Minggu (31/8).

"Kajian-kajian ilmiah dan bibiliografi mengenai Krakatau hampir-hampir luput mencantumkan satu-satunya sumber pribumi tertulis, yang mencatat kesaksian mengenai letusan Krakatau di tahun 1883 itu. Dua tahun penelitian, saya menemukan satu-satunya kesaksian pribumi dalam bentuk tertulis, " katanya.

Sebelum meletus tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, Gunung Krakatau telah batuk-batuk sejak 20 Mei 1883. Letusan dahsyat Krakatau menimbulkan awan panas setinggi 70 kilometer dan tsunami setinggi 40 meter dan menewaskan sekitar 36.000 orang.

Sebelum meletus tahun 1883, Gunung Krakatau telah pernah meletus sekitar tahun 1680/1. Letusan itu memunculkan tiga pulau yang saling berdekatan, yakni Pulau Sertung, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Rakata.

Suryadi menjelaskan, selama ini yang menjadi bacaan tentang letusan Gunung Krakatau adalah laporan penelitian lengkap GJ Symons dkk, The Eruption of Krakatoa and Subsequent Phenomena: Report of the Krakatoa Committee of the Royal Society (London, 1883).

Sedangkan sumber tertulis pribumi .....

Tahun Depan 9 Kecamatan Terima Rp 22, 85 Miliar


Tribun Lampung - Selasa, 15 November 2011 17:28 WIB

Pada 2012 mendatang, Kabupaten Tulangbawang bakal mendapat kucuran dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) sebesar Rp 22, 85 miliar dari pemerintah pusat.